Oleh: riosy | April 10, 2009

Bunga Kalung

padahal ia telah memintamu tak tandang
pun datang jangan membawa bunga kalung
sebab jenjang rumah itu
lebih banyak dituruni oleh hentak terompah
hentak yang tergesa
tapi kau lingkarkan juga pertemuan itu di leher
menjuntai aroma yang tak dikenal semerbaknya
lalu sengaja kau siram (biar tumbuh)
ia tak suka rimbun
seperti kau tak suka lebat rambutnya
yang lama tak dipangkas

satusatu, daun tanggal tampuk
memenuhi bidang dada
bidang yang mengekalkan halaman kecup
bayi menyusu. menghisap badan
saat itu, jangan kau tatap ia. ia malu

Padang, 2009
(dimuat di Padang Ekspres, 5 April 2009)


Tanggapan

  1. om aku di ajari cara buat puisi. Puisinya keren.. salam kenal

  2. salam kenal…aku jg lagi belajar nulis puisi…sptnya dak enak dipanggil oom…


Beri tanggapan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.

Kategori