Oleh: riosy | Februari 17, 2009

Bersampan

sekali ini kuidamkan melempar mata pancing
lalu kuutarakan rahasia umpan
dengan sekali ucap
setahuku kita telah bermula
melewati genang danau
entah akan ke berapa
pendayungan bersampan berinsut
mengayuh riak yang keringati ujung kain
di situ pernah terjahitkan badan
hingga rapat sejumlah ceceran rema
yang tak seorang pun rela memungut
meski keranjang sampah belumlah penuh

Padang, 2009

(Dimuat di Koran Sindo, 15 Februari 2009)


Beri tanggapan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.

Kategori