Oleh: riosy | September 10, 2008

Dua Mata

Mata Ibu

image-google.com

sumber: image-google.com


demikian tuntasnya halaman
dari perdu dan dedaunan tumbuh
kau ajak aku
melewati alis, kelopak,
dan pupil. lalu
kuiringi lari kaki

jejer pohon hingga ke ujung
dedaunan membentuk bayangbayang
akar di tanam dalamdalam

pohonan ini untukmu

sungguh, ibu?
kalau begitu aku mau jadi pohon
dalam matamu

(RuangSempit, 2008)

Mata Ayah

kumasuki malam
lewat lipat pintu matamu, ayah
ada jenjang yang biasa kunaiki
di sana, mampu kuberlari
walau tersandung terumbu alu

matamu lingkar bulan
tiap kali aku menengadah

rasanya ingin ku mengembara
dalam samaran anakanak
membuka jeruji diri sendiri

dalam malam matamu
kutaklukkan masa silam
kukalahkan raksasa hitam
kuselamatkan putri derita,
senyum, dan lingkar purnama
sebelum kau menutup
bagai buku usai dibaca

(RuangSempit, 2008)


Beri tanggapan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.

Kategori