Oleh: riosy | Agustus 11, 2008

Kereta Malam

Oleh Rio SY

lambai tangan ataukah pelukan
yang kita dapatkan di stasiun?
tempat airmata sering tumpah
bagai gelas di senggol rebah
dan tangan melambaikan dedaun patah
panjang rel yang membawa kelana
menatapi malam yang memekat di kaca jendela
lalu menjadikannya potret
dan senyummu mekar di dalamnya
sepanjang jalan, sepanjang perbincangan


berbagai hal di jendela luar
melintas saling berkejaran
minummu habis dalam tegukan
padahal rute belum tuntas
tapi aku percaya kita tak butuh segala
selain persalaman yang sama
alur ini akan lunas
kita terbelah, kau ke utara dan aku ke selatan
mencari kembara yang sempat mengendap
dalam diam batu pualam
dan kita tak akan kehilangan apaapa
kecuali pertemuan
tapi hari lain ingin mengembalikan semua
ke stasiun untuk menanti lagi
kereta malam itu kembali
kau duduk di bangku tunggu
atau bahkan aku yang tengah terlelap lusuh
(RuangSempit, 2008)

di-semarang


Tanggapan

  1. luar biasa….
    puisi yang membuat aku teringat akan kisahku…
    puisi itu seperti yang ku alami…
    thanks atas puisinya bos….
    lam kenal dari landernova

  2. salam kenal juga landernova. maaf saya baru baca koment saudara. terimakasih. mungkin kita bisa ngobrol lebih banyak


Beri tanggapan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.

Kategori