Berdasarkan rapat Juri pertama yang dilaksanakan pada Senin, 9 Maret 2009 di sekretariat Radar Bali Literary Award 2009, Museum Sidik Jari, Jalan Hayam Wuruk 175 Denpasar, Dewan Juri yang terdiri dari Eka Pranita Dewi, Tan Lioe Ie, dan Warih Wisatsana, menetapkan memutuskan 31 (tiga puluh satu) nominasi puisi terbaik.
Adapun jumlah keseluruhan naskah yang masuk ke panitia dan memenuhi persyaratan lomba adalah 1.570 dari seluruh Indonesia. Dewan juri akan mengadakan rapat lanjutan guna menetapkan pemenang Lomba Cipta Puisi Radar Bali Literary Award 2009, dan selama rentang waktu sebelum rapat tersebut, dewan juri dan panitia akan melakukan cek dan ricek terhadap naskah-naskah puisi nominasi tersebut, guna menghidari kemungkinan plagiat, saduran, dan hal-hal lain yang dipandang menyalahi ketetapan lomba sebagaimana yang diumumkan sebelumnya. Berikut puisi-puisi nominasi, bukan urutan penilaian :
No undi : 1109
Aku Akan Menjemputmu Bila Hujan Telah Reda
No undi : 736
Anak Pantai
No undi : 1313
Fiksi Keenam; Di Depan Pintu Pertokoan
No undi : 1345
Maling Arloji
No undi : 1087
Menghapus Namamu, Dik
No undi : 972
Penyair
No undi : 59
Aku dan Abu
No undi : 280
Alter Ego
No undi : 959
Cacing Tanah
No undi : 306
Cangkang Batu
No undi : 360
Di Antara Baitbait Takbir
Baca Lanjutannya…